Senin, 07 Januari 2013

rencana pelaksanaan pembelajaran kelarutan dan hasil kali kelarutan


RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Mata Pelajaran                      : Kimia
Kelas / Semester                     : XI / Dua
Alokasi Waktu                       :  2 X Pertemuan

  1. Standar Kompetensi :
4.   Memahami  sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

  1. Kompetensi Dasar  :
4.6    Memprediksi terbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip  kelarutan dan hasil kali kelarutan.

  1. Indikator  :
·         Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut
·         Menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan atau pengendapannya
·         Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air
·         Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau sebaliknya
·         Menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan
·         Menentukan pH larutan dari harga Ksp-nya
·         Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp



  1. Materi Pembelajaran  :

·         Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan
Istilah kelarutan (solubility) digunakan untuk menyatakan jumlah maksimal zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Kelarutan (khususnya untuk zat yang sukar larut) dinyatakan dalam satuan mol.L–1. Jadi, kelarutan (s) sama dengan molaritas (M).
Dalam suatu larutan jenuh dari suatu elektrolit yang sukar larut, terdapat
kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat itu yang larut.

MxAy(s)                x My+ (aq) + y Ax(aq)

Karena zat padat tidak mempunyai molaritas, maka tetapan kesetimbangan
reaksi di atas hanya melibatkan ion-ionnya saja, dan tetapan kesetimbangannya
disebut tetapan hasil kali kelarutan (Ksp)

Ksp  =  [My+]x [Ax]y
·         Hubungan Kelarutan (s) dengan Tetapan Hasil Kali Kelarutan(Ksp)
Oleh karena s dan Ksp sama-sama dihitung pada larutan jenuh, maka antara s
dan Ksp ada hubungan yang sangat erat. Jadi, nilai Ksp ada keterkaitannya dengan
nilai s. Secara umum hubungan antara kelarutan (s) dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) untuk larutan elektrolit AxBy dapat dinyatakan sebagai berikut.

AxBy(s)                  x Ay+(aq)   +   y Bx(aq)
    s                        xs                ys

Ksp  =  [Ay+][Bx]y
    =  (xs)x (ys)y
Ksp  =  xx yy s(x+y)

·         Pengaruh Ion Senama terhadap Kelarutan
Dalam larutan jenuh Ag2CrO4  terdapat kesetimbangan antara Ag2CrO4 padat
dengan ion Ag+ dan ion CrO4 2-

Ag2CrO4(s)                    2 Ag+(aq)  +  CrO42–(aq)

·         Apa yang terjadi jika ke dalam larutan jenuh tersebut ditambahkan larutan AgNO3 atau larutan K2CrO4?
Penambahan larutan AgNO3 atau K2CrO4 akan memperbesar konsentrasi ion Ag+ atau ion CrO42– dalam larutan.

AgNO3(aq)                   Ag+(aq) + NO3(aq)

K2CrO4(aq)                        2 K+(aq) + CrO42–(aq)

Sesuai asas Le Chatelier tentang pergeseran kesetimbangan, penambahan
konsentrasi ion Ag+ atau ion CrO42– akan menggeser kesetimbangan kekiri.
Akibatnya jumlah Ag2CrO4 yang larut menjadi berkurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa ion senama memperkecil kelarutan.

·         Hubungan Ksp dengan pH

Harga pH sering digunakan untuk menghitung Ksp suatu basa yang sukar larut.
Sebaliknya, harga Ksp suatu basa dapat digunakan untuk menentukan pH larutan.


  1. Strategi Pembelajaran / Metode Pembelajaran  :
Model Pembelajaran               : cooperative learning
Metoda Pembelajaran             : Diskusi kelompok, tanya  jawab, latihan soal

  1. Langkah-langkah Pembelajaran  :
A.    Pendahuluan


Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Fase Eksplorasi
1. Mengkomunikasikan tujuan pembelajaran produk, proses, keterampilan sosial, dan karakter.
2. mengelompokkan siswa dan membagikan LKS non-eksperimen yang berbasis penemuan konsep.
3. mengajukan pertanyaan yang membuka wawasan siswa dan membimbing ke arah penemuan konsep, seperti:
    “Anak-anak, pernahkah kalian melarutkan garam dalam air? ”
    “ bagaimana jika kedalam air tersebut ditambahkan garam terus menerus? Apakah garam tersebut akan tetap larut sempurna dalam air?”





B.     Inti

Kegiatan
Penilaian oleh Pengamat
1
2
3
4
Fase penemuan konsep
Penggalan 1
1.      Guru mendemonstrasikan percobaan pelarutan garam dalam air, dan terus menerus sampai garam tidak dapat larut.
2.      Guru meminta siswa untuk memperhatikan perubahan yang terjadi dalam perlakuan tersebut.
3.      Siswa memperhatikan dengan teliti reaksi yang terjadi pada demonstrasi yang dilakukan guru.
4.      Guru memberikan pengarahan kepada siswa untuk menemukan konsep mengenai kesetimbangan larutan jenuh atau garam yang sukar larut.
5.      Kemudian guru meminta siswa melaksanakan diskusi dan bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKS dengan  teliti dan  jujur.



Penggalan 2

1.      Guru memberikan penjelasan singkat mengenai hubungan antara kelarutan dengan tetapan hasil kali kelarutan.
2.      Meminta siswa untuk menjelaskan hubungan antara kelarutan dengan tetapan hasil kali kelarutan.
3.      Siswa melaksanakan diskusi (mengemukakan pendapat) dan bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKS.
4.      Guru memberikan data harga Ksp, dan meminta siswa untuk menghitung kelarutan elektrolit yang sukar larut, atau sebaliknya.
5.      Siswa melaksanakan diskusi (berkomunikasi dan mengemukakan pendapat) dan bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKS.

Penggalan 3

1.   Guru melakukan demonstrasi pelarutan garam dalam air, penambahan dilaukan terus menerus sampai garam tidak larut. Kemudian guru menuliskan reaksi ionisasi garam (NaCl),
                  NaCl(s) à Na+ (aq) + Cl- (aq)
2.   Meminta siswa untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan ion senama berdasarkan hukum kesetimbangan.
3.   Siswa melaksanakan diskusi (berkomunikasi dan mengemukakan pendapat) dan bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKS.
4.   Guru memberikan data tetapan hasil kali kelarutan suatu senyawa, kemudian guru membimbing siswa untuk dapat menentukan harga pH senyawa tersebut.
5.   Siswa melaksanakan diskusi (berkomunikasi dan mengemukakan pendapat) dan bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKS.
6.   Guru memberikan data herga Ksp beberapa senyawa, kemudian berdasarkan data tersebut siswa diminta untuk memprediksi terbentuknya endapan.
7.   Siswa melaksanakan diskusi (berkomunikasi dan mengemukakan pendapat) dan bekerjasama dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam LKS.

Penggalan 4

Berdasarkan penggalan 1 sampai 3, siswa diminta untuk menjelaskan tentang hubungan antara kelarutan dengan tetapan hasil kali kelarutan, dan juga hubungan antara Ksp dengan pH suatu larutan.

Fase Aplikasi Konsep

meminta siswa menyelesaikan masalah atau soal-soal yang berkaitan dengan konsep kelarutan dan tetapan hasil kali kelarutan.





C.    Penutup
Menutup pelajaran dengan memberikan umpan balik kepada siswa dan bersama siswa membuat rangkuman tentang konsep yang telah dipelajari.

  1. Alat / Bahan / Sumber Belajar  :
·               Alat / Bahan             : Lembar kerja
·               Sumber Belajar         : Buku paket kimia 2, Michael Purba, Erlangga2

  1. Penilaian  :
·         Jenis tagihan                : Tugas individu, ulangan
·         Bentuk instrumen         : Laporan tertulis, Tes tertulis






Bandar Lampung,    Januari 2013
               Mengetahui,





              Guru Mapel Kimia
              NPM. 1013023070,1013023055



Tidak ada komentar:

Posting Komentar