Senin, 07 Januari 2013

bahan ajar kelarutan dan hasil kali kelarutan


v  Pengantar

Jika Anda memasukkan satu sendok gula ke dalam segelas air, kemudian Anda aduk, apa yang terjadi? Ya, gulanya larut dalam air. Tetapi jika Anda tambahkan lagi gula lalu diaduk, kemudian tambah gula lagi dan diaduk, begitu seterusnya, maka apa yang terjadi? Ya, larutan akan mencapai jenuh dan tidak dapat melarutkan gula lagi.


v  Kelarutan (Solubility)

Istilah kelarutan (solubility) digunakan untuk menyatakan jumlah maksimal zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut. Kelarutan (khususnya untuk zat yang sukar larut) dinyatakan dalam satuan mol.L-1. Jadi, kelarutan (s) sama dengan molaritas (M).



v  Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Dalam suatu larutan jenuh dari suatu elektrolit yang sukar larut, terdapat kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dan ion-ion zat itu yang larut.
MxAy(s)             x M y+(aq) + y A x-(aq)
Karena zat padat tidak mempunyai molaritas, maka tetapan kesetimbangan reaksi di atas hanya melibatkan ion-ionnya saja, dan tetapan kesetimbangannya disebut tetapan hasil kali kelarutan (Ksp).
Ksp = [M y+]x [A x-]y

Contoh :
Tuliskan rumus tetapan hasil kali kelarutan untuk senyawa Mg(OH)2!
Jawab:
Mg(OH)2 dalam larutan akan terurai menjadi ion-ionnya,
Mg(OH)2(s)                 Mg2+(aq) + 2 OH(aq)
maka dari rumus umum Ksp diperoleh Ksp = [Mg2+][OH]2

Latihan :
Untuk senyawa-senyawa berikut ini, tuliskan persamaan tetapan hasil kali kelarutannya!
a. AgCN
b. Mn(OH)2
c. AgIO3
d. Ag2CO3
e. BaSO4


v  Hubungan Kelarutan (s) dengan Tetapan Hasil Kali Kelarutan(Ksp)


Oleh karena s dan Ksp sama-sama dihitung pada larutan jenuh, maka antara s dan Ksp ada hubungan yang sangat erat. Jadi, nilai Ksp ada keterkaitannya dengan nilai s. Secara umum hubungan antara kelarutan (s) dengan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) untuk larutan elektrolit AxBy dapat dinyatakan sebagai berikut.
AxBy(s)                       x Ay+(aq) +  y Bx-(aq)
 S                              xs                 ys

Ksp = [Ay+]x [Bx]y
 = (xs)x (ys)y
Ksp = xx yy s(x+y)


Contoh :

1.      Pada suhu tertentu, kelarutan AgIO3 adalah 2 × 10–6 mol/L, tentukan harga tetapan hasil kali kelarutannya!


Jawab:
AgIO3             Ag+ + IO3-
       s                     s          s
konsentrasi ion Ag+ =  konsentrasi ion IO3-  =  s  = kelarutan AgIO3  = 2 × 10–6 mol/L
                       Ksp = [Ag+][IO3]
                  = (s) (s)
                  = (2 × 10–6) (2 × 10–6)  =  4 × 10–12

2.      Harga Ksp Ag2S adalah 10–49, berapa kelarutan senyawa ini dalam air?

Jawab:
Ag2S                 2 Ag+ + S2-
s                       2s         s
Ksp = [Ag+]2 [S2–]
                  = (2s)2 (s)
      = 4s3
                     10–49 = 4s3
               s =
                  = 2,92 × 10–17

maka kelarutan Ag2S sebesar 2,92 × 10–17 M.

LATIHAN
1. Hitunglah kelarutan dari masing-masing garam perak berikut.
a. AgCl (Ksp = 10–10)
b. AgBr (Ksp = 5 × 10–13)
c. Ag2CO3 (Ksp = 5 × 10–13)
2. Jika Ksp CaCO3 = 2,5 × 10–9, berapa gram CaCO3 (Mr = 100) yang terkandung dalam 500 mL larutan jenuh?
3. Hitunglah konsentrasi ion perak dan ion kromat dalam larutan jenuh Ag2CrO4 (Ksp = 4 × 10–12)!
4. Hitunglah kelarutan SrCO3 bila Ksp SrCO3 = 5,4 × 10–10!
5. Kelarutan perak bikromat (Ag2Cr2O7; Ar Ag = 108, Cr = 52, dan O = 16) pada suhu 15 °C adalah 8,3 × 10–3 gram dalam 100 mL air. Tentukan Ksp Ag2Cr2O7!

v  Pengaruh Ion Senama terhadap Kelarutan

Dalam larutan jenuh Ag2CrO4 terdapat kesetimbangan antara Ag2CrO4 padat dengan ion Ag+ dan ion CrO42-.
Ag2CrO4(s)              2 Ag+(aq) + CrO42+(aq)
Apa yang terjadi jika ke dalam larutan jenuh tersebut ditambahkan larutan AgNO3 atau larutan K2CrO4? Penambahan larutan AgNO3 atau K2CrO4 akan memperbesar konsentrasi ion Ag+ atau ion CrO42- dalam larutan.

AgNO3(aq)              Ag+(aq) + NO3-(aq)

K2CrO4(aq)                 2 K+(aq) + CrO42-(aq)

Sesuai asas Le Chatelier tentang pergeseran kesetimbangan, penambahan konsentrasi ion Ag+ atau ion CrO42- akan menggeser kesetimbangan ke kiri. Akibatnya jumlah Ag2CrO4  yang larut menjadi berkurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa ion senama memperkecil kelarutan (Keenan, 1992).

Contoh :
Kelarutan Ag2CrO4 dalam air adalah 10–4 M. Hitunglah kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan K2CrO4 0,01 M!

Jawab:
Ksp Ag2CrO4 = 4 s3 = 4(10–4)3 = 4 × 10–12
Ksp Ag2CrO4 = [Ag+]2 [CrO42–]
       4 × 10–12 = [Ag+]2 × 10–2
             [Ag+] = 2 × 10–5 M
Ag2CrO4             2 Ag+ + CrO42–

Kelarutan Ag2CrO4  =  × 2 × 10–5 = 10–5 M
Jadi, kelarutan Ag2CrO4  dalam larutan K2CrO4  adalah 10–5 M.

LATIHAN
1. Kelarutan Ag2CrO4 dalam air adalah 10-4 M. Hitunglah kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan AgNO3 0,01 M!
2. Diketahui Ksp Fe(OH)2 = 8 × 10–16. Tentukan kelarutan Fe(OH)2 dalam:
a. air murni
b. larutan NaOH 0,01 M
3. Hitunglah kelarutan Ag2SO4 (Ksp = 1,5 × 10–5) dalam:
a. 0,2 M AgNO3
b. 0,2 M Na2SO4
4. Hitunglah kelarutan BaCrO4 (Ksp = 2 × 10–10) dalam:
a. air murni
b. Na2CrO4 1,5 × 10–3M
5. Hitunglah kelarutan SrCO3 (Ksp = 5,4 × 10–10) dalam:
a. air murni
b. 0,5 M Sr(NO3)2


v  Hubungan Ksp dengan pH

Harga pH sering digunakan untuk menghitung Ksp suatu basa yang sukar larut. Sebaliknya, harga Ksp suatu basa dapat digunakan untuk menentukan pH larutan (James E. Brady, 1990).

Contoh :
Jika larutan MgCl2 0,3 M ditetesi larutan NaOH, pada pH berapakah endapan Mg(OH)2 mulai terbentuk? (Ksp Mg(OH)2 = 3 × 10–11)
Jawab:
Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+] [OH]2
      3 × 10–11 = 3 × 10–11 [OH]2
         [OH]2 = 10–10
          [OH] = 10–5M
            pOH = 5
  pH = 14 – pOH
  pH = 14 – 5 = 9

LATIHAN
1. Berapa gram Zn(OH)2 (Mr = 100) yang dapat terlarut dalam 10 liter larutan dengan pH = 9? (Ksp = 5 × 10–16)
2. Larutan jenuh Mg(OH)2 mempunyai pH = 9. Tentukan harga Ksp Mg(OH)2 tersebut!
3. Kelarutan Fe(OH)2 dalam air sebesar 2 × 10–14. Berapakah kelarutan Fe(OH)2 dalam larutan yang mempunyai pH = 12 + log 2?
4. Apakah terbentuk endapan Cu(OH)2 ketika 1,12 gram KOH (Ar K = 39, O = 16, dan H = 1) dimasukkan dalam 1 liter Cu(NO3)2 10–3 M (Ksp Cu(OH)= 2 × 10–20)?
5. Larutan jenuh Ca(OH)2 mempunyai pH = 12. Tentukan Ksp Ca(OH)2!


v  Penggunaan Konsep Ksp dalam Pemisahan Zat

Harga Ksp suatu elektrolit dapat dipergunakan untuk memisahkan dua atau lebih larutan yang bercampur dengan cara pengendapan. Proses pemisahan ini dengan menambahkan suatu larutan elektrolit lain yang dapat berikatan dengan ion-ion dalam campuran larutan yang akan dipisahkan. Karena setiap larutan mempunyai kelarutan yang berbeda-beda, maka secara otomatis ada larutan yang mengendap lebih dulu dan ada yang mengendap kemudian, sehingga masing-masing larutan dapat dipisahkan dalam bentuk endapannya.
Misalnya pada larutan jenuh MA berlaku persamaan:
Ksp = [M+] [A]
Jika larutan itu belum jenuh (MA yang terlarut masih sedikit), sudah tentu harga [M+][A] lebih kecil daripada harga Ksp. Sebaliknya jika [M+][A] lebih besar daripada Ksp, hal ini berarti larutan itu lewat jenuh, sehingga MA akan mengendap.
• Jika [M+] [A] < Ksp, maka larutan belum jenuh (tidak terjadi endapan).
• Jika [M+] [A] = Ksp, maka larutan tepat jenuh (tidak terjadi endapan).
• Jika [M+] [A] > Ksp, maka larutan lewat jenuh (terjadi endapan).

Contoh :
Terjadi endapan PbCl2 ? (Ksp PbCl2 = 6,25 × 10–5)

Jawab:
          [Pb2+] = 0,05 M
            [Cl] = 0,05 M
[Pb2+] [Cl]2 = 0,05 × (0,05)2
         = 1,25 × 10–4
Oleh karena [Pb2+] [Cl]2 > Ksp PbCl2, maka PbCl2 dalam larutan itu akan mengendap.

LATIHAN
1. Tentukan konsentrasi minimum ion Ag+ yang diperlukan untuk mengendapkan AgCl (Ksp AgCl = 2 × 10–10) dari masing-masing larutan berikut.
a. NaCl 0,1 M
b. CaCl2 0,1 M
2. Sebanyak 200 mL larutan AgNO3 0,02 M dicampurkan dengan 300 mL larutan Al2(SO4)3 0,05 M. Jika Ksp Ag2SO4 = 1,5 × 10–5, apakah Ag2SO4 yang terbentuk akan mengendap?
3. Periksalah apakah terjadi endapan CaF2, bila 100 mL larutan Ca(NO3)2 0,3 M direaksikan dengan 200 mL larutan NaF 0,06 M (Ksp CaF2 = 3,2 × 10–11)!
4. Periksalah apakah terbentuk endapan PbI2, bila 200 mL larutan Pb(NO3)2 0,1 M dicampur dengan 300 mL larutan NaI 0,1 M (Ksp PbI2 = 7,9 × 10–9)!
5. Sebanyak 20 mL larutan Na2CrO4 0,5 M dicampur dengan 20 mL larutan Pb(NO3)2 0,2 M. Hitunglah konsentrasi ion Pb2+ dalam larutan (Ksp PbCrO4 = 2 × 10–13)!

v  Rangkuman

1.      Kelarutan menyatakan jumlah maksimum zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu pelarut.
2.      Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) adalah hasil perkalian konsentrasi ion-ion dalam larutan jenuh, masing-masing dipangkatkan dengan koefisien ionisasinya
3.      Penambahan ion senama akan memperkecil kelarutan.
4.      Kelarutan juga dipengaruhi oleh pH.
5.      Pengendapan terjadi jika harga Ksp terlampaui.
6.      Larutan jenuh adalah larutan di mana penambahan sedikit zat terlarut sudah tidak dapat melarut lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar